Geosynthetic

Adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai produk polimer umumnya digunakan untuk memecahkan masalah teknik sipil. Istilah ini umumnya dianggap mencakup delapan kategori produk utama ; geotekstil, geogrid, geonets, geomembranes, geofoam, geocell (kurungan seluler) dan geocomposites. Sifat polimer produk membuat mereka cocok untuk digunakan ditanah dimana tingkat durabilitas tinggi diperluan. Dirumuskan dengan benar, mereka juga dapat digunakan dalam aplikasi terbuka. Geosynthetics yang tersedia dalam berbagai macam bentuk dan bahan, setiap yang sesuai penggunaan akhir yang sedikit berbeda. Produk ini memiliki berbagai aplikasi dan sudah digunakan dalam banyak peerjaan sipil, transportasi, geoteknik, geoenvironmental, hidrolik, dan aplikasi pembangunan swasta termasuk jalan, lapangan terbang, kereta apitanggul, struktur penahan, waduk, kanal, bendungan, pengendalian erosi, sedimen kontrol, liners TPA.

PENGELOLAAN SAMPAH

Pengelolaan sampah adalah Pengumpulan, pengangkutan dan pemprosesan, pendaur ulangan dari material sampah. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan benda padat, cair,  gas, atau radio aktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing – masing jenis zat.

Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari permukiman dan institusi di area metropilitan biasanya  menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat, sedangkan untuk sampah dari areal komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.

Proses pengelolaan sampah mempunyai tujuan:

  1. Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis atau,
  2. mengolah sampah menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan sekitarnya

Metode pembuangan sampah biasanya terdiri dari :

  1. Pembuangan darat adalah metode yang paling populer didunia, dimana sampah ditimbun pada lubang-lubang yang dibuat atau di area bekas lubang penambangan yang ditinggalkan, jika dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegienis dan murah, sedangkan jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan bau yang tidak sedap, manarik berkumpulnya hama dan genangan air sampah. Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.
  2. Pembakaran atau pengkremasian bertujuan merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu. Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar, hal ini bisa dilakukan untuk sampah padat, cair, maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang praktis untuk membuang sampah berbahaya, contohnya sampah medis (sampah biologis),pembakaran ini mengakibatkan polusi udara. Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas ,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat.Sampah menjadi energi (Waste-to-energy=WtE) atau energi dari sampah (energy-from-waste = EfW) adalah terminologi untuk menjelaskan samapah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna , ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran (sumber:wikipedia indonesia)

MENGOLAH SAMPAH MENJADI KOMPOS MENGGUNAKAN KOMPOSTER RUMAH TANGGA

Kompos adalah pupuk organik yang merupakan proses pembusukan atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut juga sebagai pupuk organik, karena berasal dari bahan-bahan organik.

Sampah apa saja yang bisa dibuat Kompos?

Sampah organik atau sampah rumah tangga yang dapat dibuat kompos adalah sampah basah yang berasal dari hewan atau tumbuhan, seperti sampah dapur, sisa sayuran, sisa buah, sisa makanan, tulang ikan, tulang ayam dan sampah kebun yang masih segar.

Apakah Komposters skala rumah tangga itu?

Komposters adalah alat berupa tong plastik yang digunakan untuk memproses sampah basah menjadi kompos dirumah.

Bagaimana cara menggunakan Komposter skala rumah tangga?

Sampah dipilah didapur dan di taman.

  • Sisa buah-buahan, sisa sayuran dan tanama dipotong dengan ukuran 2-5 cm. (semakin kecil potongan, semakin cepat proses pembusukan)
  • Sisa makanan:  tiriskan,  saring makanan yang berkuah.

Sampah dimasukan dalam komposter rumah tangga.

  • Bila perlu masukan sumber karbon untuk menutupi bagian atas sampah.
  • Sumber karbon dapat mengurangi munculnya larva lalat dan mempercepat proses pembusukan, sumber karbon antara lain : sekam, dedak, kompos, pupuk kandang, serbuk gergaji.

Sebaiknya jangan terlalu banyak memasukan sampah taman kedalam komposter karena sampah taman lebih lama membusuknya dari pada sampah basah.(sumber:www.rtlima.com/infokomposter.pdf)


Introduction Blog

Uwaiga-uwaiga“, jika naufal melihat sesuatu yang menyerupai / mirip dengan kepunyaannya, misalnya : ketika dia menggunakan celana panjang berbahan jeans yang sama dengan yang digunakan yandanya…dia akan mengatakan kalimat tersebut…uwaiga-uwaiga…..dengan wajah polosnya.
Kalimat tersebutlah yang mengilhami saya untuk menjadikannya sebagai nama blog ini.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!